Bulan Puasa, Cobaan Perpanjangan di SIM Corner Jogja

kanvaskalbu.com
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang disucikan umat Muslim dunia. Bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun ini, masa berlaku SIM (Surat Izin Mengemudi) saya habis. Celakanya, pada bulan Juni 2018 banyak hari libur dan cuti bersama Idulfitri. Waktu untuk mengurus perpanjangan SIM sangat terbatas, apalagi kondisi badan saat berpuasa tidak sekuat biasanya.

Berkaca pengalaman 5 tahun sebelumnya, saya lebih memilih perpanjangan di SIM Corner (pojok SIM). Hanya tidur 2,5 jam malam itu, saya paksakan pergi ke Pojok SIM Pura Pakualaman. Terlihat hanya segelintir orang di sana, beberapa di antaranya bergerombol. Saya lalu mendekat, mereka mengambil fotokopi berkas SIM yang sudah ditumpuk kemudian pergi entah kemana.
Antrian perpanjangan SIM.
Sekelebat saya perhatikan sebagian berkas tes kesehatan. Berkas tersebut menunjukkan tes kesehatan dilakukan oleh dokter yang berada di Apotek K-24 Jalan Gajah Mada. Waktu menunjukkan pukul 09.50 WIB, sepertinya Pojok SIM di Pura Pakualaman tidak ada. Kemudian saya menuju Pojok SIM lainnya di Ramai Mall Jalan Malioboro.

Pojok SIM Ramai Mall
Letak Pojok SIM benar-benar di pojok lantai 1 (mungkin). Dari pintu masuk parkiran motor hanya naik 1 lantai. Sampai di sana terlihatlah lautan manusia, berjubel menumpuk SIM sebagai bukti antrean. Tak berapa lama, petugas datang dan menghitung jumlah SIM. Menurut beliau, hari itu hanya memproses sekitar 100 SIM karena keterbatasan material. Berkas yang diproses adalah yang mengumpulkan fotokopi SIM dan KTP lengkap, serta yang menumpuk SIM.

Saya memang tidak menumpuk karena belum paham mekanismenya, serta melihat lautan manusia membuat saya berpikir ulang. Saya putuskan esok hari saya akan kembali ke sini.

Masih pukul 09.05 WIB, tapi sudah banyak yang duduk-duduk di depan pintu masuk Ramai Mall. Kami sabar menanti hingga pintu mall dibuka satpam pukul 10.00 WIB. Setelah dibuka, semua berlarian menuju Pojok SIM dan menumpuk SIM. Saya percaya diri saja menaruh tumpukan berkas fotokopi KTP, SIM, dan aslinya; mengikuti petunjuk hari sebelumnya.

Tapi apa yang terjadi, saat petugas datang peraturan diubah lagi. Yang diproses hanya yang mengumpulkan SIM, yang fotokopi tidak diproses. Jumlahnya pun berkurang menjadi 60 dengan alasan sama 😕. Petugas memberi arahan agar ke Jogja City Mall karena kuotanya lebih banyak.

Dengan kecewa saya kemudian memacu motor ke Jogja City Mall, meskipun tahu tidak akan kebagian nomor, tapi setidaknya tahu cara antriannya bagaimana.

Pojok SIM Jogja City Mall
Sampai di JCM pukul 11.00 WIB, formulir sudah habis. Ruang tunggu lebih nyaman dan luas, serta ada petugas sipil yang berada di depan, sehingga ada tempat untuk bertanya dengan jawaban jelas. Kuota perpanjangan SIM di Pojok SIM JCM berjumlah 100, jadi kemungkinan terakomodir lebih besar.
Antrian SIM di Jogja City Mall
Letak Pojok SIM JCM berada di lantai 2 (?), jika dari pintu masuk utama pengunjung ke arah kanan dan naik eskalator 2 kali. Lumayan melelahkan jika besok harus lari menuju tempat ini. Penyewa stand sebelahnya memanfaatkan adanya Pojok SIM ini dengan menyediakan jasa fotokopi, lumayan tidak perlu keluar mall jika lupa belum fotokopi.

Keesokan hari saya datang ke JCM mruput, pukul 09.30 WIB sudah berada di pintu masuk. Di sana juga sudah banyak orang berkerumun ingin memperpanjang SIM 😱. Singkat cerita setelah jam menunjukkan angka 10.00 WIB, pintu dibuka dan kami lagi-lagi berlarian menuju Pojok SIM.  Satpam cuma bisa geleng kepala melihat kami yang tiap pagi, mal belum buka tapi sudah berada di depan pintu masuk dengan tujuan sama.

Singkat cerita lagi, SIM dikumpulkan oleh relawan (mau perpanjangan SIM juga) dan saya mendapatkan nomor 22. Artinya secara teori saya bisa memperpanjang SIM hari itu.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »