Bagaimana Caranya Bisa Pergi Umroh Gratis?

kanvaskalbu.com Add Comment
Ingat dengan postingan Umroh Gratis itu Benar-benar Ada di tahun 2013? Selain dengan mengikuti lomba berhadiah umroh, sekarang ada cara lain menuju Baitullah tanpa melalui perlombaan dan kuis. Satu teman saya (lagi) berangkat umroh tahun 2017 lalu dari Yogyakarta. Dia tidak ikut lomba, tidak bayar sendiri, dan tidak mendapatkan donasi dari siapapun. Dia berangkat umroh karena mendapat jatah karena mengantarkan jama'ah umroh. Dia bekerja di salah satu biro perjalanan umroh di Yogyakarta.
Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan tersebut di bagian umum (marketing, supir, pengantar barang, membantu pembuatan paspor, dan lain-lain) akhirnya dia berangkat juga ke Tanah Suci, alhamdulillah. Memang sih, biro perjalanan tempatnya bekerja hanya mengenal direktur dan marketing, jumlah karyawannya pun hanya 4 orang 😂. Maka dari itu, semua harus bisa mengerjakan hal-hal yang sekiranya diperlukan oleh calon jama'ah umroh.

Beberapa cara yang saya ketahui hingga saat ini agar bisa berangkat umroh gratis,
1. Mengikuti lomba berhadiah umroh.
2. Hindari ikut undiah berhadiah umroh.
3. Kuliah di Arab Saudi.
4. Bekerja di biro perjalanan haji atau umroh.
5. Menjadi agen perjalanan umroh.

Menjadi agen perjalanan umroh merupakan profesi baru yang bisa mengantarkan kita berangkat umroh gratis. Sebenarnya agen perjalanan umroh sama dengan personal marketing atau tenaga penjualan lepas, tanpa digaji oleh biro perjalanan. Namun tidak semua biro umroh memberikan bonus pergi umroh, pintar-pintar saja kita memilih menjadi agen 😄.

September, bulan Sibuk Bayar Tagihan

kanvaskalbu.com Add Comment
Bagi saya, September merupakan bulan paling memusingkan. Di bulan ini, berbagai tagihan harus dibayarkan membuat kepala sedikit pusing (sedikit saja) bagaimana cara melunasinya 😃. Mudah ding sebenarnya jika berlimpah harta tanpa ada pengeluaran lainnya hihihihi.
Tagihan-tagihan dimulai dari listrik, motor, Pajak Bumi dan Bangunan, serta..... pulsa internet. Lho ternyata cuma itu tho? Iya sih, tapi berhubung masih bersahabat dengan sobat qismin jadi agak kesulitan membayarkannya, hihihi. Masih satu lagi yaitu bayar uang kampus 😃. Tahun depan kemungkinan akan nambah lagi dengan perpanjangan hosting 😃.

Alhamdulillah sampai tanggal 18 September ini sudah hampir semuanya lunas. Masih ada satu yaitu tagihan PBB, sengaja agak ditunda karena paling akhir adalah 30 September 😆. Yang perlu dipikirkan adalah agar tetap bisa makan sampai akhir bulan hihihi.

Solusinya mudah sih sebenarnya, berusaha bekerja mencari nafkah diiringi do'a kepada Allah Yang Maha Esa, disertai dengan tawakkal. Sudah itu saja, tinggal yakin dengan pertolongan Allah. Lah ini curhatnya gimana sih? 😅

Teknik Baru Pencurian Pulsa Pelanggan oleh Axis?

kanvaskalbu.com Add Comment
Setelah Indosat mengambil pulsa pelanggannya (termasuk saya tapi tidak ditulis di sini), Axis pun tidak mau ketinggalan. Hal ini saya alami sendiri beberapa hari lalu, dan tidak hanya saya. Masih ada beberapa orang yang mengeluhkan hal sama di media sosial. Beruntunglah Axis, karena hal ini tidak tercium media daring dan viral.
Kuota masih banyak, masa akhir masih lama.
Yang terjadi pada saya adalah pengambilan pulsa saat mengakses internet. Runtutannya, saya mengisi pulsa dan mendapat pemberitahuan SMS mendapatkan gratis internet 1 GB selama 7 hari. Selama 3 hari penggunaan masih tersisa sekitar 700 MB. Masih sebanyak itu saya mendapat SMS Axis yang isinya memberitakan saya internetan tanpa paket internet, dan pulsanya berkurang!

Kukira hanya kesalahan SMS, ternyata benar-benar terjadi. Pulsa saya berkurang sekitar Rp.50.000! Saya protes kepada layanan pelanggan lewat medsos. Namun seperti yang sudah diduga sebelumnya, mereka tidak mau mengakui kesalahan, dan memberi jawaban yang sudah disiapkan tim sebelumnya.
Tidak ada solusi.

Kenapa saat cek kuota masih banyak, tapi pulsa dicuri? Masa berlaku internet juga masih 4 hari lagi. Pengambilan pulsa ini, saya amati di medsos juga terjadi pada pelanggan lain yang membeli paket internet. Modusnya sama, masa berlaku paket masih panjang, kuota masih banyak, tapi pulsa diambil paksa. Pelanggan hanya bisa meratap kehilangan pulsa.

Masalah ini sepertinya tidak selesai di dunia, tapi saya tetap menuntutnya di hari kiamat kelak. Semoga yang ikut andil dalam pencurian pulsa saya, hidupnya tidak berkah.


Catatan: jadi ingat, do'a orang yang didzholimi akan dikabulkan dan saya meyakini hal itu.

Bulan Puasa, Cobaan Perpanjangan di SIM Corner Jogja

kanvaskalbu.com Add Comment
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang disucikan umat Muslim dunia. Bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun ini, masa berlaku SIM (Surat Izin Mengemudi) saya habis. Celakanya, pada bulan Juni 2018 banyak hari libur dan cuti bersama Idulfitri. Waktu untuk mengurus perpanjangan SIM sangat terbatas, apalagi kondisi badan saat berpuasa tidak sekuat biasanya.

Berkaca pengalaman 5 tahun sebelumnya, saya lebih memilih perpanjangan di SIM Corner (pojok SIM). Hanya tidur 2,5 jam malam itu, saya paksakan pergi ke Pojok SIM Pura Pakualaman. Terlihat hanya segelintir orang di sana, beberapa di antaranya bergerombol. Saya lalu mendekat, mereka mengambil fotokopi berkas SIM yang sudah ditumpuk kemudian pergi entah kemana.
Antrian perpanjangan SIM.
Sekelebat saya perhatikan sebagian berkas tes kesehatan. Berkas tersebut menunjukkan tes kesehatan dilakukan oleh dokter yang berada di Apotek K-24 Jalan Gajah Mada. Waktu menunjukkan pukul 09.50 WIB, sepertinya Pojok SIM di Pura Pakualaman tidak ada. Kemudian saya menuju Pojok SIM lainnya di Ramai Mall Jalan Malioboro.

Pojok SIM Ramai Mall
Letak Pojok SIM benar-benar di pojok lantai 1 (mungkin). Dari pintu masuk parkiran motor hanya naik 1 lantai. Sampai di sana terlihatlah lautan manusia, berjubel menumpuk SIM sebagai bukti antrean. Tak berapa lama, petugas datang dan menghitung jumlah SIM. Menurut beliau, hari itu hanya memproses sekitar 100 SIM karena keterbatasan material. Berkas yang diproses adalah yang mengumpulkan fotokopi SIM dan KTP lengkap, serta yang menumpuk SIM.

Saya memang tidak menumpuk karena belum paham mekanismenya, serta melihat lautan manusia membuat saya berpikir ulang. Saya putuskan esok hari saya akan kembali ke sini.

Masih pukul 09.05 WIB, tapi sudah banyak yang duduk-duduk di depan pintu masuk Ramai Mall. Kami sabar menanti hingga pintu mall dibuka satpam pukul 10.00 WIB. Setelah dibuka, semua berlarian menuju Pojok SIM dan menumpuk SIM. Saya percaya diri saja menaruh tumpukan berkas fotokopi KTP, SIM, dan aslinya; mengikuti petunjuk hari sebelumnya.

Tapi apa yang terjadi, saat petugas datang peraturan diubah lagi. Yang diproses hanya yang mengumpulkan SIM, yang fotokopi tidak diproses. Jumlahnya pun berkurang menjadi 60 dengan alasan sama 😕. Petugas memberi arahan agar ke Jogja City Mall karena kuotanya lebih banyak.

Dengan kecewa saya kemudian memacu motor ke Jogja City Mall, meskipun tahu tidak akan kebagian nomor, tapi setidaknya tahu cara antriannya bagaimana.

Pojok SIM Jogja City Mall
Sampai di JCM pukul 11.00 WIB, formulir sudah habis. Ruang tunggu lebih nyaman dan luas, serta ada petugas sipil yang berada di depan, sehingga ada tempat untuk bertanya dengan jawaban jelas. Kuota perpanjangan SIM di Pojok SIM JCM berjumlah 100, jadi kemungkinan terakomodir lebih besar.
Antrian SIM di Jogja City Mall
Letak Pojok SIM JCM berada di lantai 2 (?), jika dari pintu masuk utama pengunjung ke arah kanan dan naik eskalator 2 kali. Lumayan melelahkan jika besok harus lari menuju tempat ini. Penyewa stand sebelahnya memanfaatkan adanya Pojok SIM ini dengan menyediakan jasa fotokopi, lumayan tidak perlu keluar mall jika lupa belum fotokopi.

Keesokan hari saya datang ke JCM mruput, pukul 09.30 WIB sudah berada di pintu masuk. Di sana juga sudah banyak orang berkerumun ingin memperpanjang SIM 😱. Singkat cerita setelah jam menunjukkan angka 10.00 WIB, pintu dibuka dan kami lagi-lagi berlarian menuju Pojok SIM.  Satpam cuma bisa geleng kepala melihat kami yang tiap pagi, mal belum buka tapi sudah berada di depan pintu masuk dengan tujuan sama.

Singkat cerita lagi, SIM dikumpulkan oleh relawan (mau perpanjangan SIM juga) dan saya mendapatkan nomor 22. Artinya secara teori saya bisa memperpanjang SIM hari itu. Ternyataaaa,, setelah menunggu 30 menitan petugas datang. Dia mengatakan bahwa sistem sedang offline, oleh karena itu yang diproses hanya yang masa berlakunya habis hari itu!

Kecewa, sangat kecewa. Pemohon perpanjangan berangsur meninggalkan lokasi. Rasanya sudah tidak ada lagi harapan untuk mengantre beberapa hari ke depan. Kuputuskan pulang, dan berharap setelah lebaran bisa memperpanjang SIM.
Frustrasi dengan Mirrorless Xiaomi Yi M1

Frustrasi dengan Mirrorless Xiaomi Yi M1

kanvaskalbu.com Add Comment
Ketika teringat teman saya baru saja membeli mirrorless, saya berniat melihatnya. Diapun mengizinkan saya ke rumahnya untuk melihat kamera yang dibeli secara online itu. Sudah agak lama sih belinya, cuma saya lupa menanyakan padanya pengalaman menggunakannya. Jika punya uang lebih dia sering beli barang elektronik, tapi kadang melakukan blunder seperti pada kamera yang dibelinya ini.

Saya kaget mendengar dia membeli kamera secara online. Kok berani, padahal belum pernah lihat barangnya sama sekali. Jika membeli gawai, sekarang sudah umum dan jarang penipuan. Lha ini kamera, apalagi jenama tidak terkenal di bidangnya kok berani mengambil resiko?

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, kamera mirrorless yang diterima tidak sesuai ekspektasi. Dia ditipu penjual di pasar online L. Barang yang diterima memunculkan aksara aneh yang tidak bisa diganti dengan aksara latin. Kelar sudah ketika kamera tersebut tidak bisa otofokus. Nah loh, kamera yang bikin frustrasi ini adalah Mirrorless Xiaomi Yi M1.

Setelah dibeli, kamera ini cuma tergeletak di rumah tidak digunakan. Bagaimana bisa, mengubah pengaturan saja bingung dengan bahasanya. Musibah datang lagi ketika tidak bisa mengambil memotret secara fokus dan otofokus. Ditambah lagi, gelang lensanya patah. Kelar...

Dia meminjamkan kamera itu kepada saya tanpa batasan waktu, boleh dibawa dan dipakai sesuka hati. Jika saya bisa mengubah ke bahasa Inggris dan membuat pengaturan bisa otofokus, saya bisa memakainya kapanpun.

Sayapun membawanya pulang dan mencoba mirrorless buatan Cina ini. Benar adanya, saya frustasi tidak bisa apa-apa dengan kamera ini.

Tamat.