Teknik Baru Pencurian Pulsa Pelanggan oleh Axis?

kanvaskalbu.com Add Comment
Setelah Indosat mengambil pulsa pelanggannya (termasuk saya tapi tidak ditulis di sini), Axis pun tidak mau ketinggalan. Hal ini saya alami sendiri beberapa hari lalu, dan tidak hanya saya. Masih ada beberapa orang yang mengeluhkan hal sama di media sosial. Beruntunglah Axis, karena hal ini tidak tercium media daring dan viral.
Kuota masih banyak, masa akhir masih lama.
Yang terjadi pada saya adalah pengambilan pulsa saat mengakses internet. Runtutannya, saya mengisi pulsa dan mendapat pemberitahuan SMS mendapatkan gratis internet 1 GB selama 7 hari. Selama 3 hari penggunaan masih tersisa sekitar 700 MB. Masih sebanyak itu saya mendapat SMS Axis yang isinya memberitakan saya internetan tanpa paket internet, dan pulsanya berkurang!

Kukira hanya kesalahan SMS, ternyata benar-benar terjadi. Pulsa saya berkurang sekitar Rp.50.000! Saya protes kepada layanan pelanggan lewat medsos. Namun seperti yang sudah diduga sebelumnya, mereka tidak mau mengakui kesalahan, dan memberi jawaban yang sudah disiapkan tim sebelumnya.
Tidak ada solusi.

Kenapa saat cek kuota masih banyak, tapi pulsa dicuri? Masa berlaku internet juga masih 4 hari lagi. Pengambilan pulsa ini, saya amati di medsos juga terjadi pada pelanggan lain yang membeli paket internet. Modusnya sama, masa berlaku paket masih panjang, kuota masih banyak, tapi pulsa diambil paksa. Pelanggan hanya bisa meratap kehilangan pulsa.

Masalah ini sepertinya tidak selesai di dunia, tapi saya tetap menuntutnya di hari kiamat kelak. Semoga yang ikut andil dalam pencurian pulsa saya, hidupnya tidak berkah.


Catatan: jadi ingat, do'a orang yang didzholimi akan dikabulkan dan saya meyakini hal itu.

Bulan Puasa, Cobaan Perpanjangan di SIM Corner Jogja

kanvaskalbu.com Add Comment
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang disucikan umat Muslim dunia. Bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun ini, masa berlaku SIM (Surat Izin Mengemudi) saya habis. Celakanya, pada bulan Juni 2018 banyak hari libur dan cuti bersama Idulfitri. Waktu untuk mengurus perpanjangan SIM sangat terbatas, apalagi kondisi badan saat berpuasa tidak sekuat biasanya.

Berkaca pengalaman 5 tahun sebelumnya, saya lebih memilih perpanjangan di SIM Corner (pojok SIM). Hanya tidur 2,5 jam malam itu, saya paksakan pergi ke Pojok SIM Pura Pakualaman. Terlihat hanya segelintir orang di sana, beberapa di antaranya bergerombol. Saya lalu mendekat, mereka mengambil fotokopi berkas SIM yang sudah ditumpuk kemudian pergi entah kemana.
Antrian perpanjangan SIM.
Sekelebat saya perhatikan sebagian berkas tes kesehatan. Berkas tersebut menunjukkan tes kesehatan dilakukan oleh dokter yang berada di Apotek K-24 Jalan Gajah Mada. Waktu menunjukkan pukul 09.50 WIB, sepertinya Pojok SIM di Pura Pakualaman tidak ada. Kemudian saya menuju Pojok SIM lainnya di Ramai Mall Jalan Malioboro.

Pojok SIM Ramai Mall
Letak Pojok SIM benar-benar di pojok lantai 1 (mungkin). Dari pintu masuk parkiran motor hanya naik 1 lantai. Sampai di sana terlihatlah lautan manusia, berjubel menumpuk SIM sebagai bukti antrean. Tak berapa lama, petugas datang dan menghitung jumlah SIM. Menurut beliau, hari itu hanya memproses sekitar 100 SIM karena keterbatasan material. Berkas yang diproses adalah yang mengumpulkan fotokopi SIM dan KTP lengkap, serta yang menumpuk SIM.

Saya memang tidak menumpuk karena belum paham mekanismenya, serta melihat lautan manusia membuat saya berpikir ulang. Saya putuskan esok hari saya akan kembali ke sini.

Masih pukul 09.05 WIB, tapi sudah banyak yang duduk-duduk di depan pintu masuk Ramai Mall. Kami sabar menanti hingga pintu mall dibuka satpam pukul 10.00 WIB. Setelah dibuka, semua berlarian menuju Pojok SIM dan menumpuk SIM. Saya percaya diri saja menaruh tumpukan berkas fotokopi KTP, SIM, dan aslinya; mengikuti petunjuk hari sebelumnya.

Tapi apa yang terjadi, saat petugas datang peraturan diubah lagi. Yang diproses hanya yang mengumpulkan SIM, yang fotokopi tidak diproses. Jumlahnya pun berkurang menjadi 60 dengan alasan sama 😕. Petugas memberi arahan agar ke Jogja City Mall karena kuotanya lebih banyak.

Dengan kecewa saya kemudian memacu motor ke Jogja City Mall, meskipun tahu tidak akan kebagian nomor, tapi setidaknya tahu cara antriannya bagaimana.

Pojok SIM Jogja City Mall
Sampai di JCM pukul 11.00 WIB, formulir sudah habis. Ruang tunggu lebih nyaman dan luas, serta ada petugas sipil yang berada di depan, sehingga ada tempat untuk bertanya dengan jawaban jelas. Kuota perpanjangan SIM di Pojok SIM JCM berjumlah 100, jadi kemungkinan terakomodir lebih besar.
Antrian SIM di Jogja City Mall
Letak Pojok SIM JCM berada di lantai 2 (?), jika dari pintu masuk utama pengunjung ke arah kanan dan naik eskalator 2 kali. Lumayan melelahkan jika besok harus lari menuju tempat ini. Penyewa stand sebelahnya memanfaatkan adanya Pojok SIM ini dengan menyediakan jasa fotokopi, lumayan tidak perlu keluar mall jika lupa belum fotokopi.

Keesokan hari saya datang ke JCM mruput, pukul 09.30 WIB sudah berada di pintu masuk. Di sana juga sudah banyak orang berkerumun ingin memperpanjang SIM 😱. Singkat cerita setelah jam menunjukkan angka 10.00 WIB, pintu dibuka dan kami lagi-lagi berlarian menuju Pojok SIM.  Satpam cuma bisa geleng kepala melihat kami yang tiap pagi, mal belum buka tapi sudah berada di depan pintu masuk dengan tujuan sama.

Singkat cerita lagi, SIM dikumpulkan oleh relawan (mau perpanjangan SIM juga) dan saya mendapatkan nomor 22. Artinya secara teori saya bisa memperpanjang SIM hari itu.
Frustrasi dengan Mirrorless Xiaomi Yi M1

Frustrasi dengan Mirrorless Xiaomi Yi M1

kanvaskalbu.com Add Comment
Ketika teringat teman saya baru saja membeli mirrorless, saya berniat melihatnya. Diapun mengizinkan saya ke rumahnya untuk melihat kamera yang dibeli secara online itu. Sudah agak lama sih belinya, cuma saya lupa menanyakan padanya pengalaman menggunakannya. Jika punya uang lebih dia sering beli barang elektronik, tapi kadang melakukan blunder seperti pada kamera yang dibelinya ini.

Saya kaget mendengar dia membeli kamera secara online. Kok berani, padahal belum pernah lihat barangnya sama sekali. Jika membeli gawai, sekarang sudah umum dan jarang penipuan. Lha ini kamera, apalagi jenama tidak terkenal di bidangnya kok berani mengambil resiko?

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, kamera mirrorless yang diterima tidak sesuai ekspektasi. Dia ditipu penjual di pasar online L. Barang yang diterima memunculkan aksara aneh yang tidak bisa diganti dengan aksara latin. Kelar sudah ketika kamera tersebut tidak bisa otofokus. Nah loh, kamera yang bikin frustrasi ini adalah Mirrorless Xiaomi Yi M1.

Setelah dibeli, kamera ini cuma tergeletak di rumah tidak digunakan. Bagaimana bisa, mengubah pengaturan saja bingung dengan bahasanya. Musibah datang lagi ketika tidak bisa mengambil memotret secara fokus dan otofokus. Ditambah lagi, gelang lensanya patah. Kelar...

Dia meminjamkan kamera itu kepada saya tanpa batasan waktu, boleh dibawa dan dipakai sesuka hati. Jika saya bisa mengubah ke bahasa Inggris dan membuat pengaturan bisa otofokus, saya bisa memakainya kapanpun.

Sayapun membawanya pulang dan mencoba mirrorless buatan Cina ini. Benar adanya, saya frustasi tidak bisa apa-apa dengan kamera ini.

Tamat.

Film Pertama yang ditonton di CGV Hartono Mall: The Avengers: Infinity War

kanvaskalbu.com Add Comment
Tebal sekali debu di blog ini, tidak terjamah sama sekali. Untuk membersihkannya sedikit demi sedikit, saya mulai pengalaman nonton film MCU (Marvel Cinematic Universe) yaitu The Avengers: Infinity War. Film ini merupakan sekuel ketiga The Avengers, yang kedua sekuel sebelumnya sudah saya lupakan. 

Seperti biasa, saya menonton tanpa dipungut biaya :), maklumlah rakyat kismin. Untuk pertama kalinya saya menonton di CGV Blitz Hartono, Sleman Yogyakarta. Menurut saya, tempat duduknya lebih lebar daripada CGV J Walk Babarsari, Sleman. Demikian juga dengan jarak antar kursi dengan depannya lebih lega. Saya mengajak teman yang dulu, duduk di sebelah ketika menonton film spin off Star Wars, Rogue One.
Tiket The Avengers: Infinity War.

Saya sudah berada di Hartono Mall pukul 17.08 WIB, padahal jadwal pemutaran pukul 19.15 WIB. Ini semua demi mendapatkan tempat duduk ideal, deretan teratas. Ternyata tiket belum bisa diambil karena pihak sponsor belum datang. Barulah pukul 17.50 WIB saya mendapatkan tiket seperti yang tertera di gambar.

Saya selalu mengirim berita terbaru kepada teman, dari awal saya sudah memintanya untuk datang setelah Maghrib (pukul 17.45 WIB waktu Yogyakarta). Ujian kesabaran terhadap teman satu ini, dia baru berangkat pukul 18.20 WIB dan sampai di CGV pukul 19.00 WIB di saat penonton sudah memasuki ruang sinema. Rencana awal yang telah saya susun gagal oleh keterlambatannya.

Setiap penonton mendapatkan popcorn dan segelas minuman bersoda, pilihan rasa kola tinggal satu. Mengalah dong untuk teman, saya dapat sisanya; rasa strawbery. Tempat duduk kami berdua ternyata hanya dua baris, mendampingi deretan tempat duduk yang ada di tengah. Mungkin akan jadi tempat nomor tempat duduk favorit, karena jika mau ke toilet tidak mengganggu penonton lain.

Pendapat tentang Infinity War
Peringatan, untuk melanjutkan membaca harus kuat dengan spoiler ya, tidak banyak kok karena buakan artikel sinopsis. Alur ceritanya menarik dan mengalir. Tidak ada loncatan adegan yang membingungkan. Cukup menghibur dan layak ditonton.

Saya belum mengikuti film-film MCU sebelumnya, apalagi tidak adanya nonton bareng. Namun hal tersebut tidak menjadi persoalan, saya bisa mengikuti film ini sampai selesai. Awal yang cukup mengejutkan, karena saya tidak mengenali Thor. Di film ini, beberapa karakter memiliki penampilan baru. Salah satu bentuknya adalah potongan rambut. Seingat saya, 3 karakter yang mengubah potongan rambut yaitu Thor, Steve Rogers, dan Natasha Romanov. Eh, Hulk makhluk hijau juga potong rambut?

Di planet Titan terdapat oksigen sehingga manusia bumi bisa hidup di sana tanpa membawa tabung oksigen. Dengan banyaknya karakter membuat tidak ada akting yang dominan, meskipun itu Steve Rogers atau Tony Stark. Saya juga tidak melihat kehebatan beladiri Natasha, semua terasa biasa saja. Eh, tapi peran Thanos paling menonjol dan... beneran bagus banget. Demikian juga dengan efek atmosfer planet, tidak semegah Star Wars. Atau ruang sinema yang kurang mendukung gambar? Karena saya juga merasa efek suara juga kurang menggelegar. Kembali lagi ke film, secara keseluruhan bagus dan tidak rugi menontonnya.

Jika melihat film-film superhero, saya menyimpulkan bahwa manusia bumi itu baik sekali. Tidak pernak invasi ke planet lain, padahal makhluk lain berduyun-duyun menyerang bumi. Saya percaya filosofi sepakbola, bertahan malah membuat cepat letih, lebih baik menyerang untuk meraih kemenangan. Alinea ini jadi tidak nyambung ya 😀.




Ruangan tidak 100% terisi penuh, ada beberapa (sedikit) yang kosong. Sayang sekali tidak digunakan oleh penerima tiket, padahal satu ruangan sudah disewa oleh sponsor.

Saya meninggalkan teman saya pulang menggunakan transportasi daring, entah keluar mall lewat mana. Saya sempat mengantarkan ke ATM dan beberapa ruas gedung mencari jalan keluar. Saya juga ditanya pengunjung lain yang kebingungan keluar. Saya, orang kebingungan yang ditanya, jawabannya juga membingungkan. Untuk pengendara kendaraan pribadi tidak masalah, hanya antrean panjang dan polusi asap saat penonton berbarengan meninggalkan Hartono Mall.

Tidak Terima IG Story dikomentari Pujian, Seorang Remaji Memprivate Akun Instagram

kanvaskalbu.com Add Comment
Sengaja membuat judul lebay meniru akun-akun clickbait dan Line Today. Ada satu kekurangannya kurang kata “kenapa” :). Judul ini sebenarnya sudah mewakili keseluruhan seluruh artikel, kenapa harus dibaca sampai akhir? Camkan itu Saudara ... Anda membuang waktu membaca ini. Hehehe bercanda dong.

Seorang perempuan 25 tahun yang hidup di perantauan, belum menikah, dan pernah patah hati; suatu ketika mengunggah cuplikan video seorang ilmuwan. Beberapa pengikutnya memujinya, mengingat selama ini sering mengunggah lebih sering mengunggah cerita galau, pamer, dan agak lebay.

Cukup mengejutkan, tanggapannya malah negatif. Dia mengunggah video itu karena berkaitan dengan profesinya, mengaku tidak ngefans ilmuwan tersebut karena dianggap lebih banyak menyesatkan. Setelah itu, dia langsung menghapus video dari IG Stories dan memprivate akunnya.
Akun diproteksi.
Mental buruk
Think before posting, slogan yang digadang-gadang bisa menghindarkan warganet terhindar dari jerat hukum nyatanya belum sepenuhnya dipahami. Reaksi remaji tersebut sah-sah saja, tapi menggelitik warganet menganalisa kepribadiannya.

Analisis sotoy menyebutkan dia teledor dan sering melakukan blunder mengungkap hal pribadi di media sosial. Bisa saja disengaja untuk menebar pesona, bisa saja mau narsis tapi agak malu. Sering hapus-hapus unggahan mengisyaratkan labilnya cara pikir, galau, dan mudah terbujuk rayu iklan. Komentar dan memprivate akun menandakan belum siap hidup sosial dan menghadapi kenyataan.

Kejadian semacam ini banyak terjadi di negara kami, mental buruk jadi penyebabnya, mutungan, ngambeg. Tegarlah menghadapi kenyataan hidup, kenyataan itu dihadapi, bukan dihindari. Bertanggung jawablah terhadap apa yang telah kamu lakukan. Perlu latihan memiliki mental kuat di dunia online, kata kuncinya sabar dan pikir sebelum berbuat, pikir setelah berbuat.